| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Rabu, 22 December 2010 08:40 |
Alkisah ada dua orang laki-laki berjalan di tengah hutan, orang yang pertama bertanya kepada yang kedua : “seandainya tiba-tiba ada harimau datang mau menerkam kita, apa yang akan engkau lakukan ?”. Yang kedua menjawab : “saya akan berlari kencang mengalahkanmu !”. Orang yang pertama heran dengan jawaban yang mengagetkan tersebut, bertanya lagi : “mengapa engkau hanya akan berlari mengalahkanku ?.” Yang kedua menjawab : “Iya, karena bila aku dapat berlari mengalahkanmu, harimau akan cukup puas dengan menerkammu dan tidak perlu lagi mengejarku !”.
|
Melayani jual beli emas dan perak (satuan Dinar/Dirham) Dinar Emas seberat 4.25 gram dengan kadar 22 Karat, dan Dirham Perak yaitu perak murni seberat 2.975 gram. Bersertifikat Logam Mulia – PT. Aneka Tambang TBK Masing-masing koin disertai sertifikat yang diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan LBMA (London Bullion Market Association). Cocok untuk Investasi Jangka Panjang
Halaman
Selasa, 07 Februari 2012
La Dharara Wa La Dhirara: Agar Harimau Tidak Menerkam Kita Dari Belakang...
Petani Tua Dan Pohon Durian-nya…
| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Rabu, 08 February 2012 09:02 |
Seorang petani tua dengan susah payah mencangkuli tanah di halaman rumahnya untuk membuat lubang. Orang-orang yang lewat, sebagian besar hanya untuk basa-basi, tetapi ada yang memang serius bertanya : “lagi membuat apa pak ?”. Si petani menjawab : “Ini, lagi pingin menanam durian !”. Si penanya menjadi penasaran, bertanya lagi : “Durian kan perlu waktu lama untuk berbuah ?” , petani tua tersebut maklum dengan pertanyaan ini - dalam benaknya dia menebak si penanya pasti mengira bahwa dia menanam durian ini untuk dirinya sendiri - dengan usia yang dimiliki si petani, dia sadar bawa kecil kemungkinannya dia bisa menikmati buah durian yang dia tanam tersebut.
|
Rumah Seribu Cermin…
| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Selasa, 07 February 2012 07:45 |
Dalam cerita rakyat Jepang dikisahkan di suatu desa terpencil ada sebuah rumah yang disebut Rumah Seribu Cermin karena banyaknya cermin-cermin yang ditempel di dinding rumah tersebut. Pada suatu hari ada anak kecil desa sebelah yang periang berkunjung ke rumah tersebut, dengan riangnya dia tersenyum kesana kemari, bernyanyi dan tertawa. Betapa gembiranya dia ketika memasuki rumah tersebut dia disambut dengan nyanyian, senyuman dan tertawanya ribuan anak-anak di cermin – yang sebenarnya adalah dirinya sendiri. Dalam hatinya dia berkata, “ wow, ini tempat yang sangat indah, saya akan sering-sering berkunjung kesini…”.
|
Kamis, 02 Februari 2012
HTTP Error 412 : Bila Hati Pada Tidak Bisa Diakses…
| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Rabu, 01 February 2012 07:57 |
Dalam dunia internet ada istilah HTTP Error 412 , yaitu ketika computer Anda berusaha mengakses server dengan prakondisi tertentu yang tidak bisa dipenuhi oleh server. Demikian pula dengan hati, begitu banyak kebajikan yang coba dimasukkan oleh orang tua kita sejak kecil, guru-guru dan ustadz-ustadz kita – tetapi nampaknya kok sekarang tidak banyak yang bisa ‘di akses’ ya ?. Indikasinya adalah begitu banyaknya kejahatan, korupsi, ketidak adilan, pemborosan yang luar biasa bahkan oleh sekelompok elit negeri yang menyebut dirinya ‘yang terhormat’ dlsb.dlsb. Maka dialog antara dua 'programmer' dibawah barangkali bisa mengatasi HTTP Error 412 pada hati bangsa ini.
|
Langganan:
Postingan (Atom)